Monday, February 7, 2011

KITA DILAHIRKAN MISKIN KAN?

Posted by FRISTHYA PRATIWI at 2/07/2011 05:08:00 PM 2 comments
Kita semua dilahirkan dgn keadaan miskin. Miskin akal. Miskin kata-kata. Miskin harta. Dan miskin tentang sebuah pengertian dari sepotong kalimat minor sedikitpun.

Tuhan itu Maha Adil. Menciptakan kita ke dunia tanpa sehelai benang-pun. Meski kehartaan keluarga melebihi batas keimanan kita sendiri.

Lalu. Tuhan bisa ADIL, kenapa kita sbg manusia tidak? "Karna kita bukan Tuhan?" Bukan. Tapi karena kita tidak mengerti 99 nama-Nya yang seharusnya kita mengerti.

Kita dilahirkan dalam keadaan miskin. Tanpa pakaian. Tanpa nama. Hanya tangis dan gelak tawa. Lalu kenapa masih ada rasa sombong. Angkuh. Dan rasa yang tak pantas kita acukan untuk seorang sahabat sesama MA-NU-SIA?

Tanyakan di hatimu. Saya sendiri juga masih mencari jawabannya.

namamu terukir JELAS

Posted by FRISTHYA PRATIWI at 2/07/2011 05:04:00 PM 0 comments
Allah menyimpan namamu dalam ranting2 tipis
yg mengeras di tepi jalan menuju tempat dimana angin akan meniupnya.
Dan Allah mengukir namamu tepat di kening tengkorak kepalaku.
Mungkin tidak kekal.
Tapi sedikit banyak masih membekas.

Berjalanlah sayang.
Aku di sampingmu.
Menuntun jalanmu yg esok akan terseok oleh waktu.
Dan aku di belakangmu.
Mendorong kursi Allah itu
agar kamu mampu terus ada untuk terus bersamaku.

Berjalanlah sayang.
Karna aku tidak akan pernah meninggalkanmu.

Sunday, December 19, 2010

ssssttt.... tugas ini mah

Posted by FRISTHYA PRATIWI at 12/19/2010 08:57:00 PM 0 comments

Nama : Fristhya Pratiwi

NIM : 1002684

Kelas : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Dik B)

Tugas Mata Kuliah Berbicara (Naskah Pidato)

Hari ini, saya akan berbicara tentang sebuah jenis penyakit dalam. Walau saya bukan seorang dokter, tapi saya ingin membagi informasi tentang penyakit ini. Saya yakin teman-teman sudah sering mendengar kata kista, namun maksud dan arti yang sebenarnya tidak pernah diketahui dan bahkan ada dari kalian salah menafsirkan penyakit ini. Maka dari itu saya mencoba mengangkat pembahasan ini.

Mungkin kalian semua bertanya mengapa saya mengangkat pembahasan ini selain maksud di atas, bukan? Dan bahkan ada pertanyaan, siapa yang mengidap penyakit ini? Tidak jauh-jauh, yang mengidap penyakit ini adalah saya sendiri. Penyakit ini saya ketahui ada, baru sekitar dua bulan yang lalu. Diagnosis seorang dokter menyatakan ada benjolan kecil dalam rahim saya, yaitu kista. Kista sendiri, sebenarnya adalah tumor jinak di organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. Namun kista yang saya derita tidak berbahaya dan dapat diangkat melalui pembedahan kecil.

Siapa yang tidak bergetar hatinya saat mendengar kata “bedah”? Saat awal mendengar kista saja rasanya bagai langit runtuh tepat di atas kepala saya. Tetapi berkat dorongan orang tua, kakak laki-laki saya dan beberapa kerabat yang menyemangati dan mengatakan bahwa penyakit ini tidak berbahaya layaknya kanker dan tumor, saya pun mencoba untuk terus melawan rasa sakitnya sendiri.

Teman-teman tentunya sudah sering melihat saya meminum dua buah kapsul saat mata kuliah selesai, kapsul itulah yang sedang membantu saya memulihkan penyakit ini tanpa melalui operasi. Kerabat saya yang kebetulan pernah mengidap penyakit yang sama, menyarankan untuk ikut terapi herbal, seperti yang ia lakukan beberapa tahun yang lalu. Terapi ini berlangsung lima bulan, memang bukan waktu yang lama, tetapi jika dijalani dengan terus menghitung hari pasti lima bulan tersebut akan berubah menjadi lima abad. Mirip orang yang dimabuk asmara saja yaa..? hehe.. Selain meminum kapsul 6 butir per hari, makanan juga mulai banyak larangannya. Menu makan saya kini berubah derastis, hanya boleh makan nasi dengan tempe, tahu dan sayuran saja. Yang namanya mi instan, ayam, daging, mi ayam, baso, dan makanan lainnya dilarang untuk dikonsumsi selama lima bulan kedepan.

Jenuh? Sudah pasti saya rasakan karena menu yang tidak pernah berganti-ganti, dua bulan ini. Tetapi tidak jarang saya langgar aturan dokter herbal tersebut. Seperti kata pepatah saat menjadi murid SMA dulu, aturan dibuat untuk dilanggar. Tolong jangan ditiru ya..? hehe… Setiap pelanggaran pasti ada sanksi bukan? Kalau melanggar aturan dokter, tentunya akan mengakibatkan rasa sakit pada penderitanya, begitu juga yang saya rasakan. Tapi sekali-sekali bolehlah…

Menurut dokter, kista yang masih kecil tidak berpengaruh terhadap kesuburan si penderita. Oleh karena itu lebih baik mencegahnya sejak dini, dari pada menunggu esok hari si kista membuka obralan lahan untuk ditempati teman-temannya yang lain. Naudzubillahi min dzalik…

Monday, October 18, 2010

Terima Kasih :)

Posted by FRISTHYA PRATIWI at 10/18/2010 04:33:00 PM 4 comments
KAMI, segenap jajaran:
POLRI
TNI AU
TNI AD
TNI AL
........................Guber nur
Walikota
Bupati
Camat
Lurah
Ketua RW
Ketua RT
Hansip
Tukang portal
Tukang oncom
Tukang gorengan
Tukang bakso
Tukang pompa
Tukang jahit
Tukang palak
Tukang gali kubur
Dokter
Suster
Insinyur
Hakim
Jaksa
Pengacara
Manajer hotel
Manajer restoran
Manajer fast food
Manajer supermarket
Satpam hotel
Satpam mall
Satpam kantor
Satpam apartemen
Satpam indomaret
Satpam ding dong
Mpok Romlah
Mpok Encum
Mpok Jenab
Mpok Cuneh
Mpok Domdom
Bang Toang
Bang Toing (adenye bang toang)
Bang Ale
Bang Satimin
Bang Kotan
Engkong Riman
Engkong Injih
Engkong Malih
Ceu Inah
Ceu Anih (bukan adenye ceu inah, ga tau siapanya)
Ceu Lia Presiden
Wakil Presiden
Ketua MPR RI
Ketua DPR RI
Kapolri
Kapolda
Kapoltabes
Kapolres
Kapolsek
Gubernur
Wakil Gubernur
Wali Kota
Wakil Wali Kota
Bupati
Wakil Bupati
Camat
Wakil Camat
Lurah
Wakil Lurah
Pak Carik
Bu Carik
Ketua RT
Ketua RW
Sekretaris
Bendahara
Hansip
Satpol PP
Satpam
Ibu kost
Penjaga warnet
Tukang Sapu
Bakul Mie ayam
Bakul Bakso
Tukang Sate
Bakul cilok
Bakul gereh
Bakul pindang
Bakul es dawet
Bakul srabi
Bakul sego megono
Bakul rujak
Bakul siomay
Bakul Lobes
Bakul kentang
Bakul mlinjo
Bakul emping
Bakul alfamart
Bakul indomaret
Supir angkot
Supir truk
Supir bus
Supir m0ntor mabur
Tukang becak
Tukang netek
Tukang gebyok
Tukang nebas jengkol
Aloy siu
Randy sukamto
Modin doang
Febrian setia hadi
Karto toyeng
Ipux ndalipux
Ipux ledha ledhee
Mufed weleh weleh
Risti mo0n
Suzanna
Nyi lanjar
Nyi pelet
Nyi blorong
Mak lampir
Mak erot
Putra pengen rujak
Juminten wae ah
Mbak sawit
Tyoz mrongos
Maria ozawa
Miyabi
Waria
Bencong
Banci
Lesbi
Lesbong
Homo
Hombreng
Gay
Bisex
Laki2 hdung belang
Brondong
Cah sekolah
Ipin
Upin
Cinta fitri
Tersanjung
Kemilau cinta kamila
Ketika cinta bertasbih
Wanita berkalung sorban
Ketika waria bertasbih
Ponari
Sumanto
Tante girang
Tante2 penundan
Tante2 tamanan
Tante2 wuni
Tante2 mbah surat
Tante2 njentol sari
Tukang parkir
Tukang ledeng
Tukang sedot WC
Wong ngarit
Wong angon wedhus
Pengemis
Pengamen
dan Seluruh Kampung

MENYUKAI kecantikan Anda!!!!!

Tugas Membaca dari Pak Encep

Posted by FRISTHYA PRATIWI at 10/18/2010 02:50:00 PM 0 comments
Judul : Libby
Pengarang : Langit Kresna Hariadi
tahun : 2003
penerbit : TINTA (kelompok penerbit qalam)
isinya :

=> SATU <=
Ebbya Farrhay, lelaki muda berumur 25 tahun adalah seorang anak yang lahir dari hubungan haram, perzinahan, dari ayahnya yang kini telah menikah lagi dan ibunya yang telah hijrah ke Eropa mengikuti suaminya, dan meninggalkan Ebbya kecil dengan kakeknya yang kemudian meninggal dunia dan mewariskan seluruh harta warisannya pada Ebbya. Hal ini membuat Ebbya menjadi seorang jutawan pada umurnya yang ke 25 tahun.

Di umurnya yang sekarang ini, ia merasa hidupnya datar dan ia berpikir sudah waktunya memiliki pendamping hidup. Oleh karena itu ia melakukan perjalanan dengan kereta api kelas murahan untuk mencari calon istri melalui pengalaman yang ia harap akan mengesankan. Di dalam kereta api tersebut penuh sesak oleh orang yang rebutan tempat untuk duduk, terdengar pula tangisan bayi, ada juga pengamen yang siap berubah menjadi pemalak jika tidak diberi uang, copet dan juga pedagang asongan yang menawarkan rokok.

Ada seorang lelaki tua yang mengingatkannya pada lelaki yang oleh Om-nya, Wim, dinyatakan sebagai ayah kandungnya. Ayah kandungnya yang beberapa bulan lalu meninggal akibat sakit keras. Dan setelah diketahui lelaki tua itu ternyata bernama Pak Subrasta.

Mas Eb, begitu panggilannya, memerhatikan lelaki tua itu yang sedari tadi memainkan caturnya tanpa lawan. Setelah ia menjalankan bidak hitam, papan catur itu diputarnya dan menjalankan lagi bidak putih. Dengan jidat berkerut-kerut ia memainkan caturnya melawan dirinya sendiri.

Tanpa pikir panjang, Mas Eb duduk dihadapan lelaki tua itu, dan kemudian menjalankan bidak hitam dan mengalahkannya dengan telak. Pak Subrasta kagum dan mengajak Ebbya pulang ke rumahnya di Surabaya untuk menemaninya bermain catur. Mengajaknya ke rumah yang sejak sebulan lalu ia tinggalkan akibat ketidaknyamanannya dengan penghuni rumahny itu. Istri dan tiga orang anaknya, telah menganggap dirinya seperti orang asing di rumahnya sendiri, sejak ia mengalami kebangkrutan dan tak lagi memiliki apapun.

Ebbya merasa tak nyaman ketika menginap di tempat itu. Tak ada sambutan hangat dari keluarga Pak Subrasta sama sekali. Bahkan ia sebagai tamu dipersilahkan tidur disebuah garasi mobil sempit dan berdebu. Tanpa ajakan makan malam, Ebbya langsung disodori papan catur, rokok, dan minuman keras oleh Pak Subrasta.

"Benar-benar keluarga aneh," gumamnya. "Maaf, Pak! Sebaiknya aku mohon diri." ucapnya kemudian setelah beberapa menit yang lalu terjadi cekcok di keluarga itu.
"Kemanapun aku menginap sebaiknya aku tidak perlu mengatakan, terlalu mengerikan untuk berurusan dengannya, lengkap dengan segala permasalahan keluarganya." gumamnya lagi, dalam hati.

Pak Subrasta akhirnya membiarkan Ebbya pergi dari rumahnya untuk mencari sebuah hotel.

Free Ty Cursors at www.totallyfreecursors.com
 

FRISTHYA PRATIWI Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting